Muang Jong Tradisi Masyarakat Pesisir Belitung

Indonesia merupakan negera yang memiliki adat istiadat serta tardisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya, salah satunya adalah masyarakat pesisir Belitung. Masyarakat tersebut masih memegang tegus dan melestarikan tradisi Muang Jong. Lebih lanjut mengenai tradisi Muang Jong bisa dibaca pada penjelasan artikel ini.

Apa itu Muang Jong

Muang Jong adalah sebuah ritual adat yaitu mengarungkan sebuah kapal kecil yang berisikan sesajian ketengah laut sebagai wujud rasa syukur dan keselamatan dalam mengarungi lautan. Tradisi ini dilakukan oleh orang laut Belitung, yang lebih dikenal dengan nama suku Sawang. Dipimpin oleh kepala suku, ritual ini melalui serangkaian prosesi yang dilaksanakan selama beberapa hari oleh seluruh masyarakat Suku Sawang. Dengan prosesi yang lebih sederhana, ritual Muang Jong juga dilaksanakan oleh penduduk Desa Tanjung Tinggi di Kecamatan Sijuk. Meskipun dilaksanakan oleh penduduk Melayu pesisir yang bukan keturunan Suku Sawang, ternyata sejarah Muang Jong di desa ini tidak terlepas dari keberadaan Suku Sawang di masa lalu.

Asal Muasal

Upacara sakral ini menjadi bagian dari daya tarik wisata di daerah ini, khususnya daerah Belitung. Sedekah laut, kisah itu bermula ketika pada satu masa sekelompok orang Sawang yang berada di tengah laut lepas ditimpah musibah, ombak bergulung-gulung disertai hujan badai membalikkan perahu mereka.

Setelah berminggu-minggu terapung, akhirnya pertolongan itu datang lewat penjelmaan dewa-dewi yang dipercaya sebagai penguasa laut. Mereka diselamatkan ke tempat yang disebut Gusong Timur. Disana diperlihatkan sebuah jong (perahu) dan pondok kecil yang mereka sebut ancak. Ketika penyelamat orang sawang itu menghilang, sadarlah mereka bahwa sang penyelamat tak lain adalah dewa dewi penguasa laut.

Menurut yang empunya cerita, sejak saat itulah orang Sawang memutuskan mengadakan ritual Muang Jong dengan cara meniru bentuk jong dan ancak yang diperlihatkan kepada mereka. Dalam bahasa umum Muang Jong yang berpuncak pada ritual membuang miniatur kapal beserta sesaji kelaut adalah semacam kegiatan sedekah laut. Pelaksanaannya paling tidak berlangsung tiga hari tiga malam dimana didalamnya ada ritual yang harus dijalankan.

Tradisi Muang Jong ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober, jadi jika kamu ingin melihat atau mengikuti ritual Muang Jong silahkan datang ke Belitung pada bulan tersebut ya.